tak sengaja menemukan ini di catatan fesbuk tanggal 15 Oktober 2013
dua orang biksu tua dan biksu muda sedang berjalan menembus jalanan berlumpur. pada suatu belokan, mereka bertemu gadis cantik berbaju indah. ia sendirian dan tidak mampu menyeberang karena lubang jalan tidak terlalu kelihatan oleh lumpur. gadis itu berdiri disana sudah beberapa lama.
"mari, nona" kata biksu tua.
ia kemudian menggendong gadis itu untuk menyeberangi lumpur.
selesai melakukannya, dua biksu itu melanjutkan perjalanan. biksu muda tidak berkata apa-apa, tetapi raut mukanya seperti menahan marah.
sampai di biara tempat mereka menginap, biksu muda sudah tidak tahan lagi akan kemarahannya. dia meluapkan kemarahannya.
"kita ini biksu! tidak boleh terlalu dekat dengan wanita! wanita biasa saja tidak boleh, apalagi wanita secantik itu! dan kamu malah menggendongnya. kenapa kamu melakukannya?", biksu muda itu terus berteriak.
"aku sudah meninggalkan gadis itu disana tadi," kata biksu tua. "dan kamu masih membawanya sampai sekarang?"
****************************** ****************************** ****************************** ******
kebanyakan dari kita memiliki kebiasaan yang terus membawa apa saja yang sudah terlanjur terjadi sampai sekian lama. hanya karena satu kesalahan yang dilakukan seseorang kepada kita pada suatu hari, lalu kita terus mengingatnya. padahal, orang itu sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. tetapi yang ada di pikiran kita adalah kesalahan itu terus, meskipun sudah lama berlalu. sehingga timbullah BENCI.
maukah kita, berbuat kesalahan tidak sengaja / memang sengaja, lalu menyesalinya dan meminta maaf, tapi orang itu tidak mau memaafkan dan terus menerus menceritakan kesalahan kita pada orag lain? Maukah kita, sudah berubah dan tidak melakukannya lagi, tapi masih dibenci?. TIDAK. begitupun orang lain.
Sesuatau yang sudah lama berlalu, jangan dibawa terus. nanti kita malah melelahkan hati dan pikiran kita sendiri.
"mari, nona" kata biksu tua.
ia kemudian menggendong gadis itu untuk menyeberangi lumpur.
selesai melakukannya, dua biksu itu melanjutkan perjalanan. biksu muda tidak berkata apa-apa, tetapi raut mukanya seperti menahan marah.
sampai di biara tempat mereka menginap, biksu muda sudah tidak tahan lagi akan kemarahannya. dia meluapkan kemarahannya.
"kita ini biksu! tidak boleh terlalu dekat dengan wanita! wanita biasa saja tidak boleh, apalagi wanita secantik itu! dan kamu malah menggendongnya. kenapa kamu melakukannya?", biksu muda itu terus berteriak.
"aku sudah meninggalkan gadis itu disana tadi," kata biksu tua. "dan kamu masih membawanya sampai sekarang?"
******************************
kebanyakan dari kita memiliki kebiasaan yang terus membawa apa saja yang sudah terlanjur terjadi sampai sekian lama. hanya karena satu kesalahan yang dilakukan seseorang kepada kita pada suatu hari, lalu kita terus mengingatnya. padahal, orang itu sudah meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. tetapi yang ada di pikiran kita adalah kesalahan itu terus, meskipun sudah lama berlalu. sehingga timbullah BENCI.
maukah kita, berbuat kesalahan tidak sengaja / memang sengaja, lalu menyesalinya dan meminta maaf, tapi orang itu tidak mau memaafkan dan terus menerus menceritakan kesalahan kita pada orag lain? Maukah kita, sudah berubah dan tidak melakukannya lagi, tapi masih dibenci?. TIDAK. begitupun orang lain.
Sesuatau yang sudah lama berlalu, jangan dibawa terus. nanti kita malah melelahkan hati dan pikiran kita sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar